Senin, 11 Januari 2010

Benarkah pendaratan manusia di bulan sebuah kebohongan????


Tanggal 20 Juli tercata dalam sajarah sebagai babak baru dalam dunia IPTEK saat tiga astronot Apollo 11 yaitu Neil Amstrong, Michael Collins dan Edwin Aldrin menjadi manusisa pertama yang menginjakan kaki di bulan. Namun, Bill Keysing, (73 th) yang pada tahun 1956-1963 menjadi kepala bagian teknik di Departemen Riset Rocketdyne di Santa Susana Rocketdyne, di mana pada pendaratan itu dan lima kali pendaratan lainnya menghaiskan dana AS $ 25 miliar.

Menurut Keysing, hasil study kelayakan terbang kemungkinan seorang astronot bisa mendarat di bulan yang dilakukan NASA pada akhir tahun 50-an menunjukan bahwa kemungkinan sukses hanya 0,0017 persen alias tak mungkin.


Kejanggalan-kejanggalan

Beberapa kejanggalan juga di temukan Keysing dalam publikasi yang diterbitkan NASA, di TV dan pada gambar-gambar yang menurut NASA diambil dari permukaan bulan. Misalnya, tidak adanya bintang-bintang. Seharusnya bintang jadi amat jelas karena tidak adanya atmosfer yang menyebabkan cahaya tersebar, tak terkecuali sinar bintang. Tidak terbentuknya kawah meski mesinnya punya gaya dorong 4500 kg juga dipertanyakan Keysing.

Tapi, bagaimana dengan tayangan TV yang menyajikan gambar peluncuran roket dari tempat peluncuran di Cape Cennedy, dalam tatapan ratusan ribu penonton, kapsul dengan awaknya yang kembali ke bumi, dan juga batu-batuan angkasa?

Keberangkatan roket dengan astronotsi dalamnya adalah benar adanya, jawab Keysing. Tapi saat mereka tidak terlihat, kendaraan ruang angkasa lalu berbelok menuju ke Kutub Selatan, membuang awak di sana lalu jatuh. Awak dan komandan penerbangan lalu diambil oleh pesawat udara dan modul perintah diangkut di Pasifik untuk diambil lasi oleh pesawat terbang.

Keysing mengaku berbicara dengan pilot yang melihat modul Apollo 15 diluncurkan dari pesawat kargo tak bernama, dalam perjalanan dari San Fransisco ke Tokyo, meski dia tidak memberikan nama kapten pilot maupun perusahaan penerbangannya. Sedangkan batu-batuan bulan dibuat dilaboratorium geologi NASA.


NASA Geram

Bill Brian (45)pemegang Bachelor dan Master of Science untk rekayasa nuklir dari Oregon State University juga banyak melihat hal yang ditutup-tutupi.

Sedangkan Ralp Rane, seorang ilmuan dan berpaten dalam bukunya, Was it only a Paper Moon? menulis, tanpa pelindung setebal kurang lebih 2m, awak ruang akan tebakar oleh radiasi dalam perjalanan ke bulan.

Selain Kaysing, Brian Rene, jutaan orang juga mempertanyakan keaslian misi bulan, sehingga membuat NASA geram. Bertahin-tahun departemen pelayanan umum mengirimkan surat berim-rim surat untuk menjawab keragu-raguan dari kalangan siswa, guru, pustakawan, termasuk senator.


Sulit Dipalsukan

Secara teknis, mungkinkan pedaratan di bulan penipuan? Betulkah pendaratan di bulan itu hanya bagian dari adegan shooting di sebuah studio TV rahasia di Gurun Nevada? Apakah teknik efek khusus di akhir tahun 60-an sudah cukup canggih?

Denis Muren, pemegang Oscar 8 kali dan penyedia senior pada industri Light dan Magic, divisi dari Lucas Digital yang merupakan orang di belakang layar pembuat efek khusus dalam film Jurasic Park, Terminator 2, Star Wars dan The Abyss mengatakan, untuk mensimulasi 1/6 grafitasi dapat diggunakan Crane Hidrolic dan kawat tipis seprti dalam film Peterpan atau dengan dilakukan di dalam air. Dapat saja waktu itu, lanjut Muren dilakukan simulasi pendaratan di bulan yang terlihat asili bagi sebagian besar orang. Namun jadinya akan berbeda dari yang kita lihat waktu itu.

Menurut Muren, ia sudah terlatih untuk membedakan mana asli dan mana yang tiruan, dan pendaratan bulan itu sepenuhnya asli.

Apakah anda merasa kesulitan membedakan apakah ini benar atau tidak? Jwabannya Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar