Meskipun untuk dunia aristocrat memiliki undang-undang yang lebih “sederhana” dalam memilih pemimpin Negara, karena tidak perlu menyelenggarakan Pemilu, tetapi langsung di tunjuk bagi yang sudah digariskan sebagai pewaris tahta kerajaan, tetapi sejarah telah banyak mencatat berbagai peristiwa sejarah yang aneh dan sulit untuk dinalar,. Salah satunya seperti yang pernah terjadi 13 November 1908 di dataran China, sewaktu Aisin Gioru Pu Yi (atau yang lebih dikenal dengan nama popular Henry Pu Yi) dinobatkan menjadi kaisar China.
Aneh dan tidakmasuk akal, karena saat itu Pu Yi belum genap tiga tahun. tepatnya baru berusia dua tahun sembilan bulan.
Saat itu situasi dan kondisi kepemerintahan di negeri China memang sedang goyah. Sudah lama kosong dari kepemimpinan negara, karena sang putra mahkota masih sangat muda, bahkan masih tercatat sebagai balita. Untuk mengisi kepemimpinan, akhirnya Maharatu Tzu-Hai mengumukan pengangkatan dan penobatan sang cucu balita tersebut, menjadi kaisar.
Pengimuman itu tentu sangat mengujutkan. Sulit dibayangkan, apa yang terlintas di banak Maharatu Tzu-Hai atas penunjukan itu. Bagaimana mungkin seorang balita yang belum tahu apa-apa soal ketatanegaraan, kemudian dinobatka sebagai kaisar China yang memiliki kekuasaan yang sangat absolute?.
Tetapi tidak ada seorang pun yang berani protes, apalagi membatalkan upacara sakral penobatankaisar termuda di dinia itudiselenggarakan pada 2 Desember 1908,. Meski sakral dan amat serius , tetpi tentu saja upacara itu berlangsung dangan kacau. PuYi sama sakali tidak paham apa itu kaisar dan bagaimana ia harus bersikap. Ia tetap saja sebagai bocah balita yang tentu saja tidak menyukai perangkat upacara protokoler kebangswanan yang serba kaku dan merepotkan, yang menyita banyak kebebasan seorang bocah kecil.
Sayangnya, sejarah tak mencatat sacara detail, bagaimana kemudian Henry PuYi memerintah (dalam arti yang sebenarya) sebagai kaisar murni. Juga tidak ada catatan, apakah ada kekuatan lain yang diam-diam bermain di belakang layar dam mengendalikan Pu Yi dala mengendalikan pemerintahan China.
Sejarah hanya mencatat, kehidupan si kecil PuYi bergelimang kemewahan sebagaimana layaknya seorang kaisar China, meskipun sebenarnya untuk ukuran bocah seperti PuYi terpaksa “overdosis”.
Sayang pemerintahannya tidak bisa bertahan lama. Di bulan Oktober 1911 saat Pu Yi berusia enam tahun, China dilanda revolusi hebat yang berhasil menggulingkan dinasti Manchu. Dan pada 12 Februaru 1912 Pu Yi pun dipaksa untuk turun tahta.
Apa yang terjadi atas diri Pu Yi sesudah itu, lagi-lagi sejarah tidak mencatatnya (atau mungkin saja sengaja disembunyikan). Tetapi tiba-tiba pada tahhn 1917 Pu Yi kembali memgang tampuk kepemimpinan sebagai kaisar China, dan ternyata semua ini pun Cuma sekedar lelucon, karena kepemimpinanya yang kedua ini hanya mampu bertahan selama stu minggu saja. Kerena egeri China terus-menerus didera oleh revolusi ganas.
Anehnya lagi, ketika tahun 1934 China jatuh ke tangan Jepang, Pu Yi kembali dinobatkan sebagai kaisar China untuk kali ketiga. Tetapi yang ini coma “kaisar boneka” saja. Dan tidak berlangsung lama, karena sewaktu Perang Dunia II berakhir dan pasukan Jepang kalah perang, daratan China dikuasai oleh Rusia. Kaisar Pu Yi ditangkap dan dijebloskan ke penjara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar